Sumur Pengisian dan Sumur Resapan (Recharge Well)

Sumur resapan merupakan salah satu upaya konservasi air untuk menjaga keberadaan, kapasitas dan manfaat airtanah.

Sumur resapan adalah sumur resapan yang digunakan untuk mengisi kembali akuifer yang rusak akibat produksi air yang berlebihan. (Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat, Nomor: 8 Tahun 2012, tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Air Tanah). Kemampuan membangun sumur resapan merupakan persyaratan dalam pengajuan Surat Izin Pengambilan Airtanah (SIPA) sesuai dengan ketentuan.

  • Sumur resapan harus dapat mengisi ulang air hujan atau limpasan permukaan ke akuifer yang dihasilkan secara langsung;
  • Pengisian ulang air akan diproses melalui penyaringan;
  • Mengukur dan mencatat tinggi muka air, sifat fisik, kandungan kimiawi, dan biologi airtanah di sumur resapan.

Sumur isi ulang akan mengamati dampak dari sumur produksi, sehingga ditempatkan di dekat sumur produksi. Jarak antara sumur produksi dan sumur resapan ditentukan oleh pemerintah daerah. Zona konservasi airtanah ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis dengan melibatkan pemangku kepentingan di wilayah setempat. Kedalaman total sumur resapan tergantung pada kedalaman sumur produksi. Sumur isi ulang bertujuan untuk mengisi kembali air ke akuifer terproduksi, sehingga total kedalamannya harus sama dengan air produksi, begitu juga dengan posisi screen dan casing. Kedalaman sumur injeksi atau isi ulang disesuaikan dengan kedalaman akuifer sasaran

Spesifikasi konstruksi sumur resapan dijelaskan pada SNI 6469: 2012 tentang tata cara pembuatan sumur produksi yang bersirkulasi langsung. Dokumen ini menjelaskan bahwa “sumur produksi ada tiga macam, yaitu sumur dangkal, sedang dan dalam dengan urutan persiapan, pekerjaan pemboran dan pelaporan. Sumur produksi dirancang dengan tujuan menjadi sumur produksi atau pemantauan. Spesifikasi sumur resapan dapat lebih kecil diameternya dari pada sumur produksi, karena didalam sumur tidak boleh ditempatkan pompa submersible. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan selubung sumur 6 inci dan ukuran lubang 10 inci. Material sumur ini bisa menggunakan pipa baja atau plastik. Alat paling penting untuk mengisi ulang sumur adalah bank filtrasi. Digunakan untuk membersihkan air yang akan diinjeksikan ke dalam sumur, agar tidak terjadi kontamintasi. Pembangunan bank filtrasi mengacu pada SNI 8546: 2017 Sumur dan Parit Resapan Air Hujan atau desain bank filtrasi buatan SUPRA.

  • Comprehensive Water Resources Management Services Company

  • Media Sosial

    facebook
    linkedin
    youtube
    twitter
  • Siapa sedang Aktif

    2 pengunjung sedang aktif sekarang
    1 tamu, 1 bot, 0 anggota
Call Now Button